Waktu, Angan, Keindahan...
-Pelangi, Hujan, dan Embun Pagi-
(Untuk J.T)
Detik, menit, jam…
Satu-satu terbilang, lalu hilang
Ditelan kelam malam
Kerap kita terpaku menghitung jam
Hingga tidak sempat hayati makna detik
Sering kita impikan rencana-rencana besar
Yang membuat kita alpa tunaikan tugas-tugas kecil
Terpesona kita pandangi pelangi di ujung cakrawala seberang, kesana kita ingin terbang...
Lupa kita akan indah tetes-tetes air hujan dari ranting pohon di depan halaman rumah,
... Setelah hujan turun ...
Kita tamak akan semua, hasrat pada segala ...
Akhirnya
Keindahan menjadi hal yang tak pernah tampak;
Yang kasat mata menjadi tidak menarik
Ketinggian jadi hal yang tidak akan tergapai;
Yang tercapai seakan selalu dangkal
Dan Hasrat jadi sesuatu yang tidak pernah terpenuhi
Makin menenggak, makin dahaga nafsu akan semua angan
Ketika semua terlewat
Kita tersadar, kita terlambat
Deret waktu telah terbilang, tanpa jejak semua hilang
Meninggalkan langkah kita sendirian
Yang terus menapaki hidup seakan tanpa ujung
Putus asa, Kecewa, Sedih ...
Nantikan pelangi yang tak kunjung muncul
Sementara embun pagi sudah menguap ditelan panas surya
Mulai kini, bila bangun pagi esok, lusa, dan seterusnya.....
Ayo hirup segar udara fajar sedalam-dalamnya,
Aliri ke dalam setiap jengkal labirin rongga dada
Hayati nilai nikmat setiap hirup hembus nafas
Pandangi embun pagi yang menetes di balik daun…
Kan kita tersadar, kan kita tercerahkan...
Akan keindahan yang ada di sebelah mata, bukan nun jauh di ujung angkasa sana
... keindahan yang selalu nampak...
Pandangi, nikmati....
Selagi masih ada, Selama masih bisa
(Agus Salim)
Wednesday, 17 May 2006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
nice poem agus, keep writing yeah^o^
Posting Komentar